Pages

Tuesday, April 5, 2016

NADASOFI Guest House


Menjamurnya guest house di jogjamenyebabkan pemilik atau pengelola layanan penginapan tersebut berlomba-lomba menawarkan guest house mereka. Dari puluhan bahkan mungkin ratusan guest house yang ada di Yogyakarta terdapat sebuah guest house yang menawarkan kenyamanan, keamanan dan lokasi yang strategis. Guest house tersebut bernama Nadasofi guest house.
Nadasofi guest house menawarkan akomodasi yang nyaman bagi wisatawan atau rombongan saat berada di Yogyakarta. Guest house ini menyediakan fasilitas yang lengkap sehingga Anda serasa berada di rumah sendiri. Terdiri dari 2 lantai, Nadasofi menyediakan segala hal yang Anda butuhkan. Di sini tersedia taman baik indoor maupun outdoor, balkon dan teras untuk Anda bisa bersantai. Ruang tamu dan ruang keluarga yang luas bisa dimanfaatkan untuk berkumpul atau bercengkrama bersama rombongan atau keluarga.

Di Nadasofi terdapat 5 buah kamar tidur, dua buah kamar mandi, dan teras jemuran. Anda tidak perlu kuatir jika kehabisan baju bersih, tersedia mesin cuci serta teras jemuran sehingga Anda tidak perlu pergi ke laundry. Terdapat pula dapur lengkap dengan peralatannya agar Anda bisa memasak saat tiba-tiba lapar atau butuh minuman hangat.  Fasilitas lainnya antara lain : AC, TV layar datar, pemutar CD/DVD yang akan menghibur Anda disaat bersantai. Selain itu Nadasofi guest house juga menyediakan WiFi gratis di seluruh areanya. Guest house ini juga menyediakan tempat parkir pribadi yang dapat Anda gunakan secara gratis.
Selain menyediakan fasilitas yang lengkap, Nadasofi guest house juga memiliki nilai plus lainnya yaitu lokasi yang strategis. Dekat dengan kampus seperti UGM, UNY, YKPN, Atma Jaya membuat Nadasofi Guest house dikelilingi berbagai macam fasilitas seperti, restoran, tempat hiburan, supermarket dll. Jarak guest house di menuju objek wisata juga tidak jauh, Monumen Tugu berjarak 3,5 km dari Nadasofi Guest House, sementara Jalan Malioboro terletak sejauh 4,5 km. Bandara Adisucipto berlokasi 3 km dari guest house, UNY dan UGM berjarak 2 km, Malioboro Mall dan Hartono mall hanya berjarak 1 km.

Jadi Nadasofi guest houseadalah jawaban akan kebutuhan Anda saat membutuhkan guest house dengan harga murah di lokasi yang sangat strategis di kota Yogyakarta, sebuah kota yang kaya akan budaya, seni, wisata alam dan kuliner. 

Guest House, Alternatif Menginap saat Liburan


Saat ini, Yogyakarta telah berubah dari sebuah kota mahasiswa menjadi kota pariwisata. Setiap akhir pekan atau hari libur nasional, para wisatawan dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya bahkan kota-kota di luar Jawa seperti Bali, Medan, dan Batam datang untuk menikmati berbagai atraksi dan obyek wisata di Yogyakarta.
Provinsi terkecil di Pulau Jawa ini menyediakan berbagai macam atraksi yang akan membuat tertarik para tamu. Candi Borobudur dan Candi Prambanan tetap menjadi tujuan utama wisata, ditambah lagi keindahan Kraton, Taman Sari Taman Air untuk pecinta tradisi Jawa. Bagi yang mencintai keindahan alam bisa datang ke Gunung Merapi, Pantai Parangtritis dan juga pantai di Gunung Kidul seperti Baron, Kukup, Krakal, Drini dan Indrayanti keindahan tidak diragukan lagi.
Situasi ini membuat banyak orang atau investor datang ke Yogyakarta untuk membangun hotel dari 1 bintang 5 bintang. Tentrem Hotel, Eastparc Hotel dan Alana Hotel ada untuk melayani kelas menengah dan atas. Hotel seperti Pangandaran, h Boutique, Tasneem fokus pada melayani wisatawan dari kelas menengah. Ada juga motel yang yang dibangun untuk wisatawan dengan budged minim. Walau dengan budget minim, motel tetap memberikan kenyamanan kepada para wisatawan sehingga mereka dapat menikmati liburan mereka.
Selain hotel dan motel, ada juga guest house yang saat ini tersebar di sudut-sudut kota Yogyakarta. Sama seperti hotel, tarif guest house juga bervariasi tergantung pada kemewahan, fasilitas, dan kapasitasnya. Terdapat Guest houseyang hanya menggunakan kipas angin hingga yang menggunakan pendingin udara sampai kolam renang. Salah satu keuntungan adalah guest house adalah penginapan ini bisa ditempati oleh banyak orang. Oleh karena itu, sebagian besar penyewa guest house adalah mereka yang bepergian dalam kelompok-kelompok dari belasan orang hingga puluhan orang.
Guest house menawarkan berbagai keuntungan untuk wisatawan yang tidak ditawarkan jika mereka tinggal di hotel. Tinggal di guest house, tamu dapat merasakan suasana seperti di rumah, bebas berkatifitas dan juga tidak tersekat-sekat dengan dinding ruangan. Jadi guest house banyak dianjurkan untuk kelompok atau keluarga yang ingin menikmati liburan hanya ingin di rumah. Bagi rombongan keluarga, guest house adalah pilihan yang tepat karena tinggal di guest house tamu dapat merasakan suasana seperti di rumah, bebas beratifitas dan juga tidak tersekat-sekat dengan dinding ruangan. Anak-anak dapat berlari bebas di dalam rumah dan para orang dewasa dapat bersantai di taman atau di balkon.

Jadi, jika membutuhkan tempat menginap saat berlibur khususnya rombongan maka guest house bisa menjadi pilihan yang tepat. Tinggal memilih guest houseyang dirasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dan juga sesuai dengan isi kantong. 

Perkembangan Guest house di Yogyakarta

Pertumbuhan perekonomian yang pesat dalam satu dasawarsa ini menyebabkan banyak orang yang menyisihkan sebagian uang mereka untuk berwisata baik ke luar negeri maupun dalam negeri. Untuk urusan dalam negeri, Bali dan Yogyakarta masih menjadi tempat favorit untuk berwisata. Khusus untuk Yogyakarta, akses transportasi yang mudah dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang  dan Surabaya membuat kota ini menjadi tujuan utama untuk berlibur. Di hari libur, para turis berbondong-bondong “menyerbu” tempat-tempat wisata yang tersedia di kota pelajar ini. Turis yang berlibur pun beraneka macam, ada yang memilih melakukan perjalanan seorang diri, bersama pasangan, bersama teman atau bersama keluarga.
Hal tersebut tentu saja membuat permintaan terhadap penginapan meningkat drastis dan menyebabkan menjamurnya penginapan-penginapan yang seakan tidak pernah berhenti  dibangun di kota Yogyakarta. Saat ini, berbagai macam hotel dari yang berbintang satu hingga bintang lima tersedia di kota ini. Mereka berlomba-lomba menggaet para wisatawan untuk menginap di tempat mereka dengan menawarkan paket-paket spesial yang membuat wisatawan tertarik untuk menginap disana.
Selain hotel, tersedia juga guest house yang bisa menjadi alternatif para wisatawan untuk menginap saat berwisata di Yogyakarta. Perkembangan pariwisata di Yogyakarta menyebabkan bisnis Guest house juga ikut mekar sehingga wisatawan mendapat banyak pilihan untuk menginap saat berlibur di Yogyakarta. 
Sama seperti hotel, tarif guest house pun bervariasi dari yang murah meriah hingga yang mahal. Guest house yang murah sangat cocok bagi para rombongan backpaker yang umumnya memiliki budget yang terbatas. Tentu saja fasilitas yang disediakan juga minimalis menyesuaikan dengan harganya. Walau murah meriah, guest house tetap memberi pelayanan yang terbaik demi pelanggannya. Bagi guest house yang menyediakan fasilitas lengkap dan mewah maka harganya pun akan menyesuaikan dan tentu saja akan lebih mahal tarifnya.
Lokasi guest house juga menentukan tarif. Guest house yang berada dekat dengan pusat kota akan lebih mahal dari dari yang berada di luar kota. Lokasi favorit wisatawan tentu saja area Malioboro dan Prawirotaman. Di kedua lokasi tersebut banyak guest houseberdiri dan menawarkan berbagai macam fasilitas. Walau begitu daerah pinggiran kota pun tidak ingin kalah. Banyak investor atau warga lokal yang menyewakan guest house mereka dan menawarkan daya tarik yang membuat tamu akan memilih guest house mereka. Sehingga wisatawan tidak perlu bingung mencari guest house untuk menginap tinggal menyesuaikan budget dan keinginan mereka.


Alasan Memilih Guesthouse sebagai Tempat Menginap

Bila Anda ingin berlibur ke luar kota dalam beberapa hari, salah satu hal yang harus dipikirkan adalah mengenai penginapan. Anda pasti tidak ingin liburan Anda terganggu karena Anda tidak dapat tidur dengan nyenyak. Selain hotel, guest house juga bisa menjadi pilihan. Jadi apa sebenarnya keuntungan untuk menginap di guest house? Dan ini adalah keuntungan menginap di guest house:

1. Lebih murah

Sama seperti hotel, harga guest house juga bervariasi tergantung pada kemewahan, fasilitas, dan kapasitas sebuah guest house. Ada yang hanya menggunakan kipas angin untuk para tamu hingga ada yang menyediakan pendingin ruangan hingga kolam renang. Jika dilihat secara sekilas tarif guest house tampak mahal. Tetapi jika dihitung perorang dalam sebuah kelompok ternyata tinggal di guest house bisa lebih murah untuk kelompok. Misalnya, ada siswa di luar Yogyakarta yang memesan guest house untuk Rp 1,1 juta per malam, dengan kapasitas 25 orang setiap orang hanya akan membayar Rp. 44.000, -.

2. Bisa dihuni banyak orang

Salah satu keuntungan adalah guest house bisa ditempati oleh banyak orang. Oleh karena itu, sebagian besar penyewa  guest house adalah mereka yang bepergian dalam kelompok-kelompok dari belasan orang hingga puluhan orang. Maka tak heran jika pengguna guest house rata adalah keluarga yang menghadiri pesta kelulusan atau pernikahan sampai pekerja kantor yang sedang outing di luar kota.

3. Cocok untuk gathering

Salah satu keuntungan menggunakan guest house adalah pelanggan dapat berkumpul bersama. Di guest house, umumnya ada ruang tamu dan ruang keluarga yang dapat digunakan untuk berkumpul bersama. Hal tersebut akan sulit untuk dilakukan jika menginap di hotel.

4. Serasa di rumah

Karena tinggal di sebuah rumah, suasana di guest house otomatis akan serasa saat berada di rumah sendiri. Fasilitas yang ada tentu tidak jauh berbeda dengan yang ada di rumah pada umumnya. Penyewa dapat memasak atau melakukan kegiatan lain seperti rumah dan tentunya bebas seperti saat berada di rumah.

5. Lebih Fleksibel

Tinggal di rumah tamu lebih fleksibel. Pemilik atau pengelola guest house biasanya lebih santai kepada pelanggan. Jika pelanggan membutuhkan sesuatu di guest house bisa meminta bantuan kepada pengelola dan bahkan jika over time, tamu hanya perlu bernegosiasi dengan mereka.

6. Fasilitas tambahan seperti di Hotel

Guest house juga menyediakan fasilitas pendukung seperti hotel seperti makanan, laundry, bahkan untuk sewa mobil untuk liburan. Tentu saja mereka harus biaya tambahan di luar biaya homestay

Tips Memilih Guest House

Guest house adalah salah satu solusi penginapan bagi rombongan besar. Karena jika dibandingkan dengan tinggal di hotel atau akomodasi lainnya, harga di guest house akan lebih rendah jika dihitung perorang. Tinggal di sebuah rumah tamu juga tampak di rumah dengan ruang untuk bersantai dan mengobrol dengan keluarga.

1.       Lokasi

Lokasi merupakan fokus utama ketika memilih penginapan. Sama seperti ketika Anda memilih sebuah guest house. Sebagian orang memilih guest house yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota karena dekat keramaian orang dan juga banyak objak menarik di pusat kota. Wisatawan lain mungkin memilih guest house dekat obyek wisata untuk mempersingkat waktu di jalan dan mengurangi kelelahan saat perjalanan.

2.       Kapasitas rumah dan tempat tidur tambahan

Karena dipilih sebagai tempat tinggal untuk kelompok, kapasitas adalah satu hal untuk menjadi perhatian ketika memilih guest house. Jika salah memilih, bisa-bisa Anda membayar lebih mahal saat menyewa guest house. Misalnya, bila kapasitas rumah dapat digunakan untuk 10 orang, tapi hanya digunakan untuk 4 orang dengan harga yang sama maka tentu saja harganya akan jadi lebih mahal. Selain kapasitas masalah extra bed atau tempat tidur tambahan juga harus diperhatikan. Kadang-kadang guest house juga menyediakan tempat tidur tambahan jika ruang-ruang masih memungkinkan dan tentusaja tamu harus membayar biaya tambahan untuk sewa extra bed. Bahkan, sering Anda dapat menemukan guest house yang memberikan tempat tidur tambahan tanpa biaya tambahan apapun atau gratis.

3.       Penjaga

Beberapa rumah tamu kadang-kadang memiliki penjaga 24 jam, bisa laki-laki atau perempuan. Penjaga laki-laki lebih dapat diandalkan untuk masalah keamanan. Tetapi jika masalah kebersihan, penjaga perempuan biasanya jauh lebih bisa diandalkan. Selain menjaga keamanan dan kebersihan guest house, penjaga rumah dapat dihandalkan jika Anda memerlukan bantuan. Anda dapat dengan mudah menanyakan tentang tempat-tempat wisata atau pusat kuliner di sekitar.

4.       Dapur dan Peralatan Memasak

Bagi rombongan keluarga yang membawa balita. Peralatan dapur mungkin kebutuhan penting yang harus tersedia di guest house. Bagi keluarga yang berlibur dengan bayi atau balita, dapur juga menjadi fasilitas penting harus tersedia di guest house karena ibu tidak perlu sulit jika dia perlu membuat susu untuk anak-anaknya.

5.       Sarapan

Sarapan juga merupakan hal yang harus diperhatikan saat menyewa guest house . Ada sebuah guest house yang menyediakan sarapan dengan gratis ada yang menyediakan sarapan tapi ada biaya tambahan, bahkan beberapa tidak memberikan sama sekali. Pastikan guest house Anda menyediakan sarapan atau tidak sehingga Anda tidak perlu repot-repot mencari sarapan di pagi hari.

6.       Wifi

Jika tinggal di guest house untuk quality time bersama keluarga, wifi mungkin tidak terlalu penting, koneksi internet melalui gadget masing-masing dirasa cukup. Tapi bagi sebagian orang, koneksi internet atau wifi sangat penting. Khusus untuk pekerja kantor yang mengunjungi Yogyakarta untuk rapat sekaligus liburan. Wifi sangat penting untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

7.       Perlengkapan Mandi dan Selimut


Terakhir adalah perlengkapan mandi dan selimut. Ada guest house mewah dengan fasilitas lengkap seperti hotel, tapi ada juga tamu rumah dengan fasilitas standar atau biasa. Guest house seperti ini kadang-kadang tidak menyediakan selimut dan perlengkapan mandi seperti sabun, shampoo, pasta gigi, sikat gigi dan handuk. Karena peralatan ini biasanya tidak termasuk dalam fasilitas yang tersedia, pastikan guest house yang ingin Anda sewa menyediakan hal tersebut atau tidak.

Tuesday, March 15, 2016

Homestay, Penginapan Hemat Kian Menggeliat


 Homestay, Penginapan Hemat Kian Menggeliat
Bisnis.com, JAKARTA - Jenuh menginap di hotel? Atau ingin menghemat pengeluaran kala bermalam di daerah tertentu? Guesthouse, homestay, dan penginapan bed and breakfast (B&B) bisa jadi pilihan.

Tawarannya lebih personal dan yang pasti ekonomis. Penginapan ala rumahan itu rupanya punya ceruk pasar besar.Potensi pasar yang besar dari penginapan rumahan berharga terjangkau dirasakan Bangka Bed & Breakfast.

Penginapan yang ada di Jalan Bangka 11 A No. 26, Kemang, Jakarta Selatan, ini menawarkan penyewaan 8 kamar dengan masing-masing kamar berisi dua orang.

Ardha Prapanca Sugarda, General Manager Bangka Bed & Breakfast, yakin potensi pasar guesthouse dan bed & breakfast besar. Sebab, keduanya menawarkan layanan yang lebih personal ketimbang layanan dari hotel.

Dari pengalamannya, banyak tamu yang tengah mengikuti pelatihan di ruangan hotel sekitar Kemang memilih bermalam di guest house. Mereka lantas berjalan kaki ke lokasi pelatihan. “Menjamurnya hotel-hotel di Jakarta diikuti pertumbuhan kebutuhan akan guesthouse,” kata Ardha.

Saat ini Indonesia merupakan destinasi para pelancong dari dalam dan luar negeri. Mereka menjadikan Ibu Kota sebagai tempat transit sebelum pergi ke kawasan wisata tujuan. Ardha menilai di lokasi transit, para pelancong tidak akan menghabiskan dana besar. Mereka condong mencari tempat menginap berharga ekonomis.

Bangka B&B menawarkan tarif kamar US$28 per malam untuk single bed hingga US$45 per malam untuk double bed dilengkapi kamar mandi di dalam. Juga di ta warkan tarif penginapan mingguan. “Selama ekonomi Indonesia tumbuh, peluang guesthouse semakin besar,” ujar Ardha.

Dibandingkan dengan hotel bujet, penginapan kelas rumahan di Jakarta memang bersaing ketat. Rentang harga yang ditawarkan sama. Di hotel bujet Anda bisa dapatkan Rp300.000 per malam, begitu juga dengan di penginapan rumahan.

Ardha tidak bermasalah dengan persaingan harga ini. Bahkan, persaingan antara hotel bujet, homestay, dan B&B bagus karena dapat memberikan banyak pilihan kepada pasar. Maka, agar dapat memenangkan pasar, hotel dan penginapan kelas rumahan harus memiliki keunikan tertentu di bidang layanan dan fasilitas.

Bangka B&B, misal. Lokasinya yang dekat dengan deretan kafe di Kemang jadi tawaran menarik. Di sisi layanan, Bangka B&B berusaha memberikan layanan maksimal akan kebutuhan para tamu.

Persaingan yang ketat antartempat inap dalam satu kawasan tidak menyurutkan bisnis Bangka B&B.

Terbukti, bisnisnya tumbuh, dari tiga kamar menjadi delapan kamar, di tengah menjamurnya tempat-tempat inap di Kemang. Rata-rata tingkat okupansi Bangka B&B 60%-70% saban bulan.

“Hampir sepanjang tahun kami cukup sibuk, walau tidak selalu penuh. Di setiap bulan ada saja 1-2 hari kamar yang terisi penuh,” kata Ardha. Targetnya, rata-rata tingkat okupansi pada tahun ini sebesar 75% per bulan.

Karena pasar B&B besar, Ardha berencana membangun B&B di Bali dan Jakarta pada tahun depan. Di Bali, lahan sudah tersedia dan tengah dalam persiapan pembangunan. Ardha juga berencana mengelola properti beberapa relasinya.

Selain di Jakarta, Surabaya juga mengundang warga negara Indonesia dan asing untuk datang. Potensi pasar budget traveller yang besar di Surabaya patut dilirik. Salah satu penginapan rumahan yang berdiri di kota pahlawan itu adalah Krowi Inn. Penginapan yang berdiri di Jalan Ciliwung 66, Surabaya, ini dibuka pada Desember 2012.

Di usianya yang masih belia, Krowi Inn cukup terdengar di beberapa situs yang sering dibuka para pelancong. Trip Advisor dan online travel agency Agoda, dua di antaranya.

Wicaksono Wijono, Manager Krowi Inn, mengatakan jumlah tamu dari dalam Indonesia dan dari luar Indonesia sama perbandingannya, 1:1. Kebanyakan tamu asal Indonesia datang dari luar Surabaya, sedangkan tamu luar negeri dari Asia dan Eropa.

Menurut Wicaksono, banyak orang memilih inap di homestay/guesthouse karena tarifnya lebih murah dibandingkan dengan tarif hotel. Salah satu keuntungan menginap di penginapan rumahan yakni mendapat layanan rumahan yang personal. Penginap dari negara lain juga dapat merasakan tinggal di rumah ala Indonesia.

Selain homestay, penginapan murah lainnya yang sering menjadi tujuan pelancong lokal dan asing adalah apartemen harian. Saefudin, agen pemasaran Apartemen Sudirman Park menuturkan keuntungan sewa harian hampir 2 kali lipat dibandingkan sewa bulanan. Dia memberikan contoh, rerata harga sewa harian untuk 1 kamar tidur berkisar Rp450.000-Rp550.000. Sementara harga sewa bulanan sebesar Rp8 juta.

Klien yang biasa menyewa Apartemen Sudirman Park kebanyakan para keluarga atau rombongan karyawan sebuah perusahaan yang singgah di Jakarta. Fasilitas yang ditawarkan antara lain air conditioner (AC), LCD TV, lemari es, lemari pakaian, spring bed, sofa bed, kitchen set, microwave, dispenser, dan water heater.

PERSAINGAN HOTEL BUJET

Gemuknya pasar kelas menengah yang kerap melakukan perjalanan bisnis dan wisata dengan keterbatasan budget menyebabkan para pengembang maupun operator tertarik memperbanyak portofolio mereka di sektor hotel bintang dua.

Salah satu operator yang rajin menambah portofolio tersebut adalah PT Intiwhiz International, anak usaha PT Intiland Development Tbk yang khusus bergerak di bidang usaha hospitality dan jasa pengelolaan bisnis perhotelan.

Ndang Mulyadi, Direktur Operasional Intiwhiz, mengatakan dari 33 hotel yang akan dioperasikan perseroan sampai 2015, 60% di antaranya merupakan berada di kelas hotel bujet, dengan bran Intiwhiz.

“Mengembangkan dan mengelola hotel bujet memiliki keuntungannya sendiri, dengan tingkat okupansi lumayan tinggi dan investasi tidak terlalu besar, lebih cepat pula balik modal. Lagipula, larisnya tiket penerbangan murah dapat dijadikan indikasi “gemuknya” pasar konsumen untuk akomodasi yang pas di kantong, ” ujar Ndang.

Sebagai gambaran, biaya pembangunan hotel Intiwhiz berkisar Rp250 juta per kamar. Jika lahan yang ditempati memiliki luas 1.000 m2, maka perseroan dapat mendirikan sebuah hotel berkapasitas 120 kamar. Dengan demikian, biaya pembangunannya sekitar Rp30 miliar, di luar biaya lahan.

Formula ideal yang dirancang untuk hotel bujet ini adalah jumlah kamar 120-150, di atas lahan 1.000 m2- 1.500 m2. Luas masing-masing kamar berkisar 16 meter persegi.

Ndang memprediksi tingkat okupansi Intiwhiz kurang lebih 75%-80%, bahkan bisa penuh di masa peak-season, bergantung pada kondisi pasar di lokasinya. Dengan begitu, dia menghitung titik impas atau BEP (break even point) dapat dicapai setelah 6-7 tahun.

Namun, Ndang mewanti-wanti para pemilik maupun operator hotel bujet untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar mudah diakses, baik dari segi transportasi, tempat makan, sampai tempat hiburan.

Terkait persaingan dengan penginapan alternatif lain seperti homestay dan apartemen sewa harian, Ndang mengungkapkan pihaknya tidak terlalu memusingkannya. “Segmen dan tarifnya sudah beda. Persaingan pasti ada, tapi kami cukup percaya diri dengan konsep yang kami usung, yakni tetap memprioritaskan kenyamanan istirahat para tamu,” jelasnya.

Persaingan antara hotel bujet atau bintang dua dengan homestay maupun apartemen sewa harian secara umum tidak terlalu runcing. Meyriana Kesuma, manajer riset dan konsultasi Coldwell Banker Indonesia mengatakan ketiga jenis penginapan tersebut menyasar segmen yang berbeda.

Menurutnya, hotel bujet yang biasanya dioperasikan oleh operator hotel lokal, nasional, maupun internasional, cenderung membidik para pelancong dengan tujuan bisnis maupun wisata dengan lama inap sekitar satu sampai dua hari.

Apartemen sewa harian, di sisi lain, lebih disukai oleh mereka yang bermaksud menginap lebih lama, yakni sekitar 3-5 hari, dengan jumlah kamar yang juga lebih banyak. Penginapan jenis ini digemari oleh keluarga, karena terdapat fasilitas seperti dapur kering untuk memasak.

Jenis yang terakhir, yakni homestay atau akrab juga disebut guesthouse, sering dipilih oleh para pelancong backpacker, atau mereka yang menginginkan kenyamanan rumah di sela perjalanan mereka.

“Perbedaan segmen tersebut juga dipicu perbedaan layanan yang didapat. Hotel bujet, misalnya, meskipun tidak selengkap bintang tiga dan seterusnya, masih memiliki fasilitas seperti housekeeping dan ranjang berkualitas tinggi. Ini yang belum tentu ada di guesthouse dan apartemen sewa harian,” jelas Meyriana.

Kemunculan penginapan-penginapan alternatif ini, ungkap Meyriana, merupakan jawaban atas meningkatnya aktivitas ekonomi, pariwisata, maupun MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dalam suatu daerah.

“Para pelancong yang merasa bahwa tarif hotel bintang tiga di daerah tersebut terlalu mahal untuk sekadar tidur, akhirnya berpaling ke hotel bujet, bahkan apartemen sewa harian dan homestay,” katanya.

Dari riset Coldwell Baker Indonesia, rerata tarif hotel bintang tiga di Jakarta pada kuartal kedua tahun ini adalah RP672.000 per malam. Dengan demikian, tidak heran jika tingkat okupansi hotel bujet lumayan bagus, yakni sekitar 60%-70%, bahkan penuh saat peak season seperti libur lebaran dan tahun baru.

Sebagai perbandingan, hasil survei properti komersial periode kuartal II/2013 yang dilansir Bank Indonesia mencatat, tingkat okupansi 27.232 kamar hotel bintang tiga, empat, dan lima di Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi) mencapai rerata 72,47%. (MIFTAHUL KHOIR, BUNGA CITRA ARUM N., RAHAYUNINGSIH)


Tuesday, July 14, 2015

Peluang usaha penginapan yang bikin tidur nyenyak


Peluang usaha penginapan yang bikin tidur nyenyak
Punya rumah yang jarang dihuni? Ketimbang menganggur tak menghasilkan pemasukan dan malah keluar biaya untuk biaya perawatan, kenapa tidak dibisniskan saja? Jika tak mau repot-repot mengurus bisnisnya sendiri, tawaran waralaba Simply Homy bisa jadi salah satu alternatif?

Simply Home asal Yogyakarta menawarkan waralaba guest house atau penginapan. Mengawali tawaran waralaba di Kota Gudeg tujuh bulan lalu, Simply Homy akan segera merambah ke Bandung, Semarang, Solo, dan Malang. Sebab, menurut Tria Meriza, Direktur Simply Homy, banyak tawaran kerjasama yang datang dari kota-kota itu. 

Di Yogyakarta, saat ini, Simply Home memiliki 11 mitra. Tapi, "Yang sudah operasional ada dua tempat," ujar Tria.

Meski menawarkan waralaba, Simply Homy akan membatasi jumlah terwaralabanya di setiap kota. Paling banyak 15 sampai 20 rumah di setiap kota yang akan dijadikan penginapan. Tujuannya, supaya pendapatan sewa bisa maksimal. 

Menurut Alfiansyah Denny Purwono, Account Executive Simply Homy, waralaba penginapan Simply Homy merupakan yang pertama di Indonesia. Simply Homy menawarkan manajemen penuh sehingga investor tidak perlu bersusah payah. "Pemilik rumah tinggal menyetorkan investasi dan rumah kosong saja yang mau dikerjasamakan, kemudian tinggal menikmati hasilnya tiap bulan," kata Alfiansyah.


Tiga kamar tidur

Untuk bisa menjadi mitra Simply Homy, investor minimal harus memiliki rumah dengan tiga kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang keluarga. Mitra juga harus menyetorkan biaya kerjasama sebesar Rp 50 juta untuk jangka waktu lima tahun. "Kerjasama pertama minimal lima tahun, setelahnya bisa diperpanjang minimal selama dua tahun," kata Tria.

Mitra juga harus mengeluarkan dana untuk biaya renovasi dan perlengkapan sebanyak Rp 23,5 juta dan perizinan Rp 2,5 juta. Biaya renovasi dan perlengkapan tergantung kondisi rumah. Kalau rumah dan perlengkapan sudah bagus maka bisa saja menjadi nol. "Selepas kerjasama akan menjadi milik mitra," ungkap Denny.

Simply Homy akan melakukan survei untuk mengetahui apakah lokasi rumah cocok dan untuk menentukan berapa biaya renovasi. Jika calon mitra belum memiliki rumah, Simply Homy bakal membantu proses kepemilikan rumah dengan lokasi yang tepat. 

Selama berkongsi, Simply Homy berkewajiban merawat rumah termasuk mengganti perlengkapan yang rusak atau hilang. Ini salah satu kelebihan waralaba Simply Homy dibandingkan dengan mengontrakkan rumah sendiri. Jika dikontrakkan, Tria bilang, pemilik rumah yang harus memperbaiki jika rumah rusak.

Tria menjanjikan keuntungan sebesar Rp 137,76 juta setahun bagi mitra yang mempunyai rumah dengan kamar tidur lebih dari tiga. Adapun untuk rumah dengan tiga kamar tidur, labanya Rp 82,99 juta per tahun. Keuntungan tersebut berasal dari pendapatan sewa selama 21 hari dalam sebulan.

Tria yakin, pendapatan sewa selama 21 hari bakal tercapai. Soalnya, Simply Homy menawarkan pelbagai fasilitas mewah. "Ada pembantu 24 jam, keamanan 24 jam, sarapan pagi, AC dan water heater," katanya.

Denny juga menjamin layanan yang disediakan setara layanan hotel berbintang. Simply Homy menyewakan seluruh rumah dengan membidik segmen keluarga.

Tapi, Pengamat Waralaba Khoirusalim agak sangsi dengan segmen keluarga dan penyewaan seluruh rumah bukan per kamar. "Segmennya sangat terbatas," ujarnya.
Simply Homy 
Jl. Palagan Tentara Pelajar No. 21 Yogyakarta
Telp. 0274-888080